Tanggung Jawab Moral Industri Pariwisata terhadap Alam Ciptaan

Authors

  • Lisda Uli Pintu Batu Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma, Medan, Indonesia

Keywords:

tanggung jawab moral, industri pariwisata, alam ciptaan, Agama Kristen, pariwisata berkelanjutan

Abstract

Industri pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang terus berkembang dan memberi sumbangan besar bagi pertumbuhan daerah maupun nasional. Namun, perkembangan tersebut juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan, seperti kerusakan ekosistem, pencemaran, eksploitasi sumber daya alam, dan menurunnya kualitas ruang hidup. Artikel ini bertujuan menganalisis tanggung jawab moral industri pariwisata terhadap alam ciptaan dari perspektif Agama Kristen dengan menempatkan manusia sebagai penatalayan ciptaan Allah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Sumber yang digunakan terdiri dari jurnal nasional, dokumen resmi pemerintah, statistik lingkungan hidup, dan literatur teologi Kristen serta teologi manajerial. Hasil kajian menunjukkan bahwa industri pariwisata tidak boleh dipahami hanya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, tetapi harus diposisikan sebagai sektor yang tunduk pada etika, tanggung jawab sosial, dan prinsip keberlanjutan. Dalam terang Kejadian 2:15, manusia diberi mandat untuk mengusahakan dan memelihara bumi, bukan mengeksploitasi tanpa batas. Karena itu, industri pariwisata memiliki kewajiban moral untuk mengurangi dampak ekologis, menghormati daya dukung lingkungan, melibatkan masyarakat lokal, dan membangun tata kelola yang berkeadilan. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi iman Kristen dan manajemen berkelanjutan dapat menjadi dasar normatif dalam pengelolaan pariwisata yang lebih etis. Pelestarian alam ciptaan bukan hanya kebutuhan kebijakan, tetapi juga bentuk ketaatan manusia kepada Allah Sang Pencipta.

References

Haribudiman, I., Berliandaldo, M., & Holman Fasa, A. W. (2023). Implications of the role of tourism carrying capacity in the development of sustainable tourism destinations. Jurnal Kepariwisataan Indonesia: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kepariwisataan Indonesia, 17(2), 272–292. https://doi.org/10.47608/jki.v17i22023.272-292

Indonesia, K. P. dan E. K. R. (2022). Pariwisata berkualitas dan berkelanjutan tetap jadi fokus utama Kemenparekraf pada 2023.

Manalu, H. B. (2025). Teologi manajerial: Integrasi iman Kristen dalam pengelolaan hidup, organisasi, dan masyarakat. Bravo.

Masinambow, Y., & Kansil, Y. O. (2021). Kajian mengenai ekoteologi dari perspektif keugaharian. Shamayim: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 1(2), 122–132.

Mulyawati, L. S., Adrianto, L., Soewardi, K., & Susanto, H. A. (2021). Kesesuaian dan daya dukung wisata pesisir di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Jurnal Teknik, 22(2), 37–44. https://doi.org/10.33751/teknik.v22i2.4693

Sanyoto, P. S. (2023). Teologi ekologi di Gereja Kristen Jawa: Memahami ajaran gereja mengenai sikap terhadap alam dalam terang teologi proses. Marturia: Jurnal Pendidikan Kristen Dan Ilmu Teologi, 5(1), 43–60.

Statistik, B. P. (2024). Statistik lingkungan hidup Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik.

Supriyanto, E. E. (2022). Blue tourism: Treating marine ecosystems and increasing the potential of maritime tourism in Indonesia. Jurnal Kepariwisataan Indonesia: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kepariwisataan Indonesia, 16(2), 138–148. https://doi.org/10.47608/jki.v16i22022.138-148

Tampubolon, Y. H., & Nassa, G. S. (2022). Urgensi misi penatalayanan ciptaan: Berdasarkan hasil sidang gereja sedunia dan teologi misi. Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, Dan Misiologia Integratif, 1(1), 28–48. https://doi.org/10.58700/theologiainsani

Downloads

Published

2026-05-13

Issue

Section

Articles