Tanggung Jawab Moral Pengembangan Teknologi di Era Digital: Perspektif Etika Kristen dan Teologi Manajerial

Authors

  • Ayu Rospika Panjaitan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma, Medan, Indonesia

Keywords:

tanggung jawab moral, pengembangan teknologi, era digital, etika Kristen, teologi manajerial

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, baik dalam komunikasi, pendidikan, ekonomi, maupun pelayanan publik. Namun, kemajuan tersebut juga memunculkan persoalan moral yang semakin kompleks, seperti pelanggaran privasi, bias algoritmik, misinformasi, ketimpangan akses, dan melemahnya penghormatan terhadap martabat manusia. Artikel ini bertujuan menganalisis tanggung jawab moral pengembang teknologi dalam menciptakan produk yang etis, transparan, adil, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan analisis tematik terhadap literatur etika teknologi, etika digital, kepemimpinan Kristen, dan teologi manajerial. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanggung jawab moral pengembang teknologi mencakup integritas dalam desain, perlindungan privasi, keberpihakan pada kelompok rentan, transparansi dan akuntabilitas, serta komitmen terhadap keberlanjutan. Dalam perspektif Kristen, teknologi harus ditempatkan sebagai sarana penatalayanan yang memuliakan Allah dan melayani sesama. Karena itu, pengembangan teknologi tidak boleh hanya diarahkan pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada kebaikan bersama, keadilan sosial, dan perlindungan martabat manusia. Artikel ini menegaskan bahwa teknologi bukan sekadar alat netral, melainkan ruang moral yang menuntut pertanggungjawaban etis dari para pengembang, organisasi, dan pemangku kepentingan.

References

Ainia, D. K. (2024). The role of digital ethics in strengthening character education in the digital age. PAKAR Pendidikan, 22(2), 127–135.

Floridi, L., Cowls, J., Beltrametti, M., Chatila, R., Chazerand, P., Dignum, V., Luetge, C., Madelin, R., Pagallo, U., Rossi, F., Schafer, B., Valcke, P., & Vayena, E. (2018). AI4People: An ethical framework for a good AI society. Minds and Machines, 28(4), 689–707.

Geissdoerfer, M., Savaget, P., Bocken, N. M. P., & Hultink, E. J. (2018). The circular economy: A new sustainability paradigm? Journal of Cleaner Production, 143, 757–768.

Jobin, A., Ienca, M., & Vayena, E. (2019). The global landscape of AI ethics guidelines. Nature Machine Intelligence, 1(9), 389–399.

Manalu, H. B. (2025). Teologi manajerial: Integrasi iman Kristen dalam pengelolaan hidup, organisasi, dan masyarakat. Bravo.

Pabubung, M. R. (2021). Epistemologi kecerdasan buatan (AI) dan pentingnya ilmu etika dalam pendidikan interdisipliner. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(2), 152–159. https://doi.org/10.23887/jfi.v4i2.34734

Ronda, D. (2019). Kepemimpinan Kristen di era disrupsi teknologi. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 3(1), 1–8.

Stahl, B. C., & Wright, D. (2018). Ethics and privacy in AI and big data: Implementing responsible research and innovation. IEEE Security & Privacy, 16(3), 26–33.

van Wynsberghe, A. (2021). Sustainable AI: AI for sustainability and the sustainability of AI. AI and Ethics, 1(3), 213–218.

Downloads

Published

2026-05-13

Issue

Section

Articles