Teologi Manajerial Batak, Tanah Adat, Hak Masyarakat Adat, dan Keadilan Sosial Kristen

Authors

  • Hery Buha Manalu Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Medan, Indonesia

Keywords:

teologi manajerial, masyarakat adat Batak, tanah adat, keadilan sosial Kristen, stewardship, pembangunan, ekoteologi

Abstract

Artikel ini membahas hubungan antara teologi manajerial, hak masyarakat adat Batak, tanah adat, dan pembangunan dalam perspektif keadilan sosial Kristen. Pembahasan berangkat dari satu kenyataan yang tidak sederhana bagi masyarakat adat Batak, tanah bukan sekadar aset ekonomi, lahan investasi, atau ruang kosong yang dapat dimasukkan ke dalam rencana pembangunan. Tanah adalah ruang hidup yang menyimpan identitas marga, memori leluhur, praktik adat, relasi sosial, pengalaman iman, dan keberlanjutan ekologis. Persoalan muncul ketika pembangunan, pariwisata, investasi, dan perluasan infrastruktur memperlakukan tanah adat terutama sebagai komoditas ekonomi. Dalam proses seperti itu, hak masyarakat adat, adat, ingatan kolektif, dan daya dukung lingkungan kerap tersisih. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui kajian pustaka terhadap literatur teologi manajerial, stewardship, ekoteologi, sosiologi pembangunan, keadilan sosial Kristen, dan kebudayaan Batak. Kajian ini menunjukkan bahwa teologi manajerial perlu dibaca secara kontekstual dalam pengalaman masyarakat adat Batak. Dengan cara itu, teologi manajerial dapat menjadi kerangka etis untuk menilai tanah, adat, dan pembangunan. Artikel ini menawarkan teologi manajerial kontekstual Batak yang menempatkan masyarakat adat sebagai subjek moral dan teologis, sekaligus menegaskan pentingnya partisipasi, penghormatan hak tanah, perlindungan budaya, keberlanjutan ekologis, dan keadilan distributif.

References

Alkitab Terjemahan Baru Edisi Kedua. (2023). Lembaga Alkitab Indonesia. https://tb2.alkitab.or.id/

Arizona, Y., Wicaksono, M. T., & Vel, J. (2019). The role of indigeneity NGOs in the legal recognition of adat communities and customary forests in Indonesia. The Asia Pacific Journal of Anthropology, 20(5), 487–506. https://doi.org/10.1080/14442213.2019.1670241

Bedner, A., & Arizona, Y. (2019). Adat in Indonesian land law: A promise for the future or a dead end? The Asia Pacific Journal of Anthropology, 20(5), 416–434. https://doi.org/10.1080/14442213.2019.1670246

Change, I. P. on C. (2022). Climate change 2022: Impacts, adaptation and vulnerability (H.-O. Pörtner, D. C. Roberts, M. Tignor, E. S. Poloczanska, K. Mintenbeck, A. Alegría, M. Craig, S. Langsdorf, S. Löschke, V. Möller, A. Okem, & B. Rama (Eds.)). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781009325844

Conradie, E. M. (2020). The four tasks of Christian ecotheology: Revisiting the current debate. Scriptura, 119(1), 1–13. https://doi.org/10.7833/119-1-1566

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Cusdiawan, & Rahmatunnisa, M. (2023). Indigenous peoples movement in maintaining living spaces perspective of recognition politics: Study on Indigenous peoples in Lake Toba. PERSPEKTIF, 12(1), 37–45. https://doi.org/10.31289/perspektif.v12i1.7946

Deane-Drummond, C. (2017). A primer in ecotheology: Theology for a fragile earth. Cascade Books.

Dhiaulhaq, A., & McCarthy, J. F. (2020). Indigenous rights and agrarian justice framings in forest land conflicts in Indonesia. The Asia Pacific Journal of Anthropology, 21(1), 34–54. https://doi.org/10.1080/14442213.2019.1670243

Firmando, H. B. (2021a). Kearifan lokal sistem kekerabatan Dalihan Na Tolu dalam merajut harmoni sosial di kawasan Danau Toba. Aceh Anthropological Journal, 5(1), 16–36. https://doi.org/10.29103/aaj.v5i1.4613

Firmando, H. B. (2021b). Sistem pertanahan tradisional pada masyarakat Batak Toba dan relevansinya di kawasan Danau Toba: Analisis sosiologis. JISA: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, 4(2), 113–135. https://doi.org/10.30829/jisa.v4i2.10077

Francis. (2023). Laudate Deum: Apostolic exhortation to all people of good will on the climate crisis. Libreria Editrice Vaticana. https://www.vatican.va/content/francesco/en/apost_exhortations/documents/20231004-laudate-deum.html

Ginsburg, C., & Kroeker-Maus, D. (2023). Who owns the world’s land? Global state of Indigenous, Afro-descendant, and local community land rights recognition from 2015-2020 (2nd ed.). Rights and Resources Initiative. https://rightsandresources.org/publication/who-owns-the-worlds-land-2nd-ed/

Imamulhadi, & Kurniati, N. (2019). Critical review of Indonesian government legal policies on the conversion of protected forests and communal lands of the Indigenous Batak people around Lake Toba. Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum, 6(3), 446–465. https://doi.org/10.22304/pjih.v6n3.a2

Melé, D., & Fontrodona, J. (2017). Christian ethics and spirituality in leading business organizations: Editorial introduction. Journal of Business Ethics, 145, 671–679. https://doi.org/10.1007/s10551-016-3323-3

Naibaho, B. B. S., & Su, S.-J. (2025). The Indigenous land struggles amidst the pressures for change in the Lake Toba areas of North Sumatra, Indonesia. Forest and Society, 9(2), 403–421. https://doi.org/10.24259/fs.v9i2.35897

Nations, F. and A. O. of the U. (2016). Free prior and informed consent: An Indigenous peoples’ right and a good practice for local communities. FAO. https://openknowledge.fao.org/handle/20.500.14283/i6190e

Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan Administrasi Pertanahan Dan Pendaftaran Tanah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat (2024). https://peraturan.bpk.go.id/Details/280736/permen-atrkepala-bpn-no-14-tahun-2024

Peraturan Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan (2021). https://peraturan.go.id/id/permenparekraf-no-9-tahun-2021

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Kehutanan (2021). https://peraturan.bpk.go.id/Details/161853/pp-no-23-tahun-2021

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2016 Tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (2016). https://peraturan.go.id/id/perpres-no-49-tahun-2016

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 89 Tahun 2024 Tentang Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional Danau Toba Tahun 2024-2044 (2024). https://peraturan.go.id/id/perpres-no-89-tahun-2024

Pradhani, S. I. (2021). Pendekatan pluralisme hukum dalam studi hukum adat: Interaksi hukum adat dengan hukum nasional dan internasional. Undang: Jurnal Hukum, 4(1), 81–124. https://doi.org/10.22437/ujh.4.1.81-124

Sembiring, R. (2019). Hukum pertanahan adat. Rajawali Pers.

Services, I. S.-P. P. on B. and E. (2022). Methodological assessment report on the diverse values and valuation of nature (P. Balvanera, U. Pascual, M. Christie, B. Baptiste, & D. González-Jiménez (Eds.)). IPBES Secretariat. https://doi.org/10.5281/zenodo.6522522

Simamora, A. A., Purba, H., & Sembiring, R. (2025). Perlindungan hukum terhadap hak ulayat atas tanah masyarakat hukum adat Batak Toba di Desa Simardangiang, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik, 5(3), 1679–1690. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i3.3792

Siscawati, M., Banjade, M. R., Liswanti, N., Herawati, T., Mwangi, E., Wulandari, C., Tjoa, M., & Silaya, T. (2017). Overview of forest tenure reforms in Indonesia. Center for International Forestry Research. https://doi.org/10.17528/cifor/006402

Situmorang, R., Trilaksono, T., & Japutra, A. (2019). Friend or foe? The complex relationship between Indigenous people and policymakers regarding rural tourism in Indonesia. Journal of Hospitality and Tourism Management, 39, 20–29. https://doi.org/10.1016/j.jhtm.2019.02.001

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Downloads

Published

2025-11-04